Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

Tujuh Lokasi Syuting Film Layak Untuk Dikunjungi


Saat menyaksikan sebuah judul film, kita hanya bisa melihat lokasi dari cerita yang ditampilkan. Mungkin kita hanya membayangkan jika tempat-tempat tersebut hanyalah mitos atau tidak ada dalam peta di bumi, namun kenyataannya lokasi sesungguhnya memang bukanlah khayalan belaka, meski nama wilayahnya berbeda dengan cerita-cerita di film yang kebanyakan fiksi belaka.

Ada banyak lokasi tempat syuting film yang dapat Anda kunjungi dan menariknya, Anda dapat menjadi peran utama dalam seri petualangan yang Anda lakukan.

Berikut tujuh lokasi syuting film yang layak Anda kunjungi.

1. Tunisia (Star Wars dan Raiders of The Lost Ark)


Mungkin Anda tidak terpikir jika Tunisia merupakan salah satu lokasi film terbaik. Pemandangan padang pasir dan tempat tinggal unik di selatan Tunisia pernah dipakai dalam film Indiana Jones, raiders of The Lost Ark dan Star Wars. JIka Anda penggemar Star Wars, tempat ini sangat cocok untuk dikunjungi.

Perjalanan ke daerah Tozeur dapat ditempuh dengan menggunakan mobil Jeep. Anda akan merasa mendarat di planet Tatooine. Perjalanan ke Matmata juga harusnya menjadi bagian dari tujuan Anda karena disana akan ditemui 700 rumah troglodyte, penduduk asli Tunisia yang digali dalam terowongan untuk melindungi dari panas gurun.

Daya tarik utama di Matmata adalaj Hotel Sidi Driss. Lokasi ini menjadi tempat syuting adegan saat Skywalker ditembak.

2. Selandia Baru (Lord of the Rings)


Pemandangan yang menakjubkan dalam trilogy Lord of The Rings benar-benar menempatkan Selandia baru pada peta sebagai lokasi backpacker.

Bahkan, lokasi tempat tinggal para hobbit dipakai sebagai tempat tujuan wisata di Perbukitan Matamata. Tongariro National Park juga menjadi terkenal lantaran syuting The Lord of the Ring. pengunjung dapat bermain ski di lapangan Whakapapa di Gunung Ruapehu.

3. Yunani (Mamma Mia)


Hal yang paling menarik dari film Mamma Mia adalah pemandangan laut biru yang menawan, serta jalan berbatu sempit menuju rumah-rumah disain Yunani bercat putih.

Mamma Mia difilmkan di pulau Skopelos dan Skiathos, dua dari kepulauan Sporades. Skopelos terletak sekitar setengah jam dari Skiathos dan Anda dapat menggunakan pesawat terbang kecil dari bandara Skiathos atau melalui laut dari Athena. Di Skopelos terdapat sebuah gereja yang indah tempat banyak orang melangsungkan pernikahan. Ada pula biara yang berdiri kokoh di puncak bukit setinggi 100 meter.

Kastani Bay pun patut dikunjungi yang berlokasi di pantai utara Skopelos.

4. Thailand (The Beach dan The Man with Golden Gun)



Film The beach membuat pulau Phi Phi Leh menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi di Thailand. Setiap orang yang mengunjungi Thailand pasti mengunjungi lokasi tersebut dengan membuat foto sebuah perahu yang digunakan dalam film The Beach.

Bahkan sebuah pulau kecil disebut sebagai pulau james Bond lantaran menjadi lokasi syuting film agen rahasia asal Inggris tersebut.

5. Amerika Selatan (The Motorcycle Diaries)


Film ini menceritakan tentang perjalanan Che Guevara di tahun 1939 yang menempuh perjalanan 5000 mil bersama temannya Alberto grando. Che Guevara adalah seorang tokoh revolusioner Marxis. Lokasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang mengunjunginya.

Perjalanan Che Guevera menjadi sebuah perjalanan sejarah yang dapat dinikmati para wisatawan. Jika Anda ingin benar-benar berpetualang, mungkin ada baiknya mencoba menggunakan sepeda motor untuk melintas jalan tersebut.

6. Salzburg, Austria (The Sound of Music)


Apakah Anda sering membayangkan berjalan di atas puncak bukit dan bernyanyi? Atau membayangkan Anda berciuman dengan pasangan Anda di sebuah paviliun dengan pemandangan indah. Mungkin lokasi ini dapat meujudkan impian Anda.

Ada berbagai tur wisata, namun menariknya ada salah satu perusahaan perjalanan yang menyediakan bus asli yang digunakan para kru film dan para pemainnya. Anda juga akan memiliki kesempatan untuk mengunjungi Nonnberg Abbey dimana Maria menjadi biarawati atau benteng Hellbrunn dimana terdapat paviliun kaca yang menawan.

7. Tokyo (Lost in Translation)


Film Lost in Translation hampir keseluruhannya berlokasi di Tokyo. Film yang dibintangi Scarlett Johansenn dan Bill Murray tersebut menceritakan tentang kisah cinta antara seorang aktor Amerika yang mengalami krisis kepercayaan diri dan seorang perempuan yang juga mengalami depresi sedang menemani suaminya melakukan perjalanan bisnis.

Syuting film tersebut dilakukan di distrik Shinjuku dan Shibuya. Hotel Park Hyatt pun menjadi terkenal lantaran salah satu adegan film itu berlokasi di hotel tersebut. Anda juga dapat melihat keramaian di stasiun Shibuya yang banyak dikelilingi layar iklan

[haxims.blogspot.com]

Karakter dalam Sinetron Indonesia

Topik pembicaraan tentang sinetron Indonesia memang tak ada habisnya. Mulai dari kualitas produksi, jalan cerita dengan konflik kisah cinta segitiga, rebutan warisan, anak haram hingga penyakit lupa ingatan, sampai kepada stereotipe karakter-karakter yang ada di dalamnya.

Untuk membedakan karakter dalam (semua) sinetron, sering kali kita menemukan sebuah rumus yang itu-itu saja tanpa ada perkembangan atau variasi lainnya. Pernahkah kamu perhatikan bagaimana karakter Ibu tiri di sinetron A bisa sungguh mirip dengan karakter Ibu tiri di sinetron B (dan juga sinetron C, D, E dan seterusnya) ? Pernahkah kamu mencoba cari tahu jawabannya? MBDC akan mempermudah hidupmu dengan menjawab pertanyaan tersebut.

Di bawah ini adalah beberapa rumus pengkarakteran yang nampaknya sudah menjadi standarisasi pada (semua) sinetron Indonesia.

1. Orang Kaya

Kalau bapak-bapak biasanya pake jas berdasi, rambutnya disisir rapih/klimis terus naik mobilnya kalau nggak Jaguar atau Mercedes Benz E class paling banter yang New Eyes. Kalau ibu-ibu biasanya pake baju dan tas branded dan aksesoris berlebih yang menunjukkan dia berlimpah harta. Terus untuk memberi kesan "matang" atau "tua", rambut samping diatas kuping dan kumis disemir putih. Ala Koes Hendratmo. Mau yang main Cut Tari apa Wulan Guritno kek, kalo di sanggul terus dikasih semir putih = ibu2 yang anaknya udah sma.


Ibu-ibu ini mungkin sedang mengandung seorang anak SMA
2. Orang Miskin


Ih miskin banget! Kalau ibu-ibu biasanya bajunya daster terus kerjaannya kalau nggak tukang gado-gado, tukang jahit atau sejenisnya. Rambutnya disanggul atau dibiarkan terurai. Kalau bapak-bapak biasanya pake sarung sama kaos oblong, minumnya teh manis.

3. Anak sekolah gaul


Ya ampun...gaul banget. Baju SMU yang kecil dengan rok agak ketat dan pendek. Kaos kaki berwarna warni dengan aksesoris rambut yang berwarna warni juga. Lengannya digulung sedikit terus kalau anak orang kaya biasanya ke sekolah naik mobil BMW.

4. Anak sekolah kutu buku


Biar suka difoto belum tentu dia tidak kutu buku Baju kedodoran, rambut klimis belah pinggir berminyak terus pake kacamata tebel yang framenya juga tebel. Kadang ditambahin dengan gigi tonggos untuk memperkental kesan pathetic. Kalau cewek rambutnya dikuncir dua ala Wendy's.

5. Dokter






Kita gak nemu gambar dokter beneran, tapi serius gak beda jauh kok sama ini. Biasanya bapak-bapak bersahaja yang berkumis dengan rambut rapih. Kacamata optional (agak susah karena sering refleksi lampu shooting). Baju jas dokter dengan stetoskop yang melingkar di lehernya.

6. Suster

Yah kira-kira kayak gitu deh gambaran susternya Mbak-mbak muda yang mukanya agak lumayan bersih, baju suster standard terus biasanya lalu lalang doang di rumah sakit sambil bawa map merah dengan bolpen. Atau kadang bolak balik doang sambil dorong kursi roda orang sakit.

7. Orang sakit


Yang namanya sakit itu udah pasti sakit parah kalo di sinetron Biasanya bibirnya dibedakin juga biar keliatan pucet kaya orang sakit. Terus tangan atau kaki atau jidatnya dikasih perban dan kadang-kadang lalu-lalang duduk di kursi roda didorong sama suster.

8. Polisi



Ini standart polisi preman
Ya standar baju polisi lah yang kaya biasa kita lihat sehari-hari tapi aktingnya paling kaku.

9. Preman


Pak sipakpak preman preman!
Berbadan gede dengan baju buntung yang memperlihatkan otot tangannya. Terus biasanya ada tato juga yang dibikin pake spidol. Dilengkapi dengan aksesoris kalung dan gelang-gelang rantai. Bajunya dan celana jinsnya biasa sobek sobek untuk menambah kesan rebel. Kadang mukanya juga di make up codet.

10. Pebantu



Kalo pembantunya kayak gini sih pasti banyak cowo yang nonton sinetron Biasanya potongan bibik-bibik atau mbok-mbok gitu yang ngomongnya agak medok terus kalau pembantu orang kayak biasanya pake baju model baby sitter. Properti yang dipegang kalau nggak sapu, lap ato sambil masak di dapur.

11. Figuran


Mereka ada di sekitar kita!

Ini yang selalu muncul di mana-mana tapi gak pernah keliatan jelas. Biasanya orangnya itu-itu aja hanya dibedain dari jenis baju dan warna bajunya. Malah kadang gak nyambung sama sekali. Figuran anak kampus tapi make bajunya kayak mau pergi clubbing atau ke mall. Figuran di café kadang make bajunya kayak mau main ke rumah tetangga. Dan sebagainya.

[Malesbanget.com]

Senin, 12 Maret 2012

Tujuh Film Terlama Dalam Sejarah

7. Berlin Alexanderplatz
 

Meskipun "Berlin Alexanderplatz" adalah sebuah acara televisi yang memiliki durasi panjang yang ekstrim, itu sebenarnya dapat dkatakan sebuah film, dan merupakan film narasi terpanjang dalam sejarah. Film ini berlangsung selama 15,5 jam yang mengeksploitasi seorang pria bernama Franz Biberkopf dan daerah Berlin - Alexanderplatz - di mana dia hidup.

6. 24 Hours Psycho


Apa itu “24 Hour Psycho”? itu adalah film tentang seorang psycho selama 24 jam yang benar-benar membuat kita menjadi psycho.

5. **** Atau Four Stars



adalah sebuah film eksperimental yang dibuat oleh Andy Warhol yang terdiri dari gulungan film yang tak terhitung jumlahnya. Dengan durasi sepanjang 25 jam, film ini adalah salah satu dari sepuluh film terpanjang dalam sejarah dan mengandung seks grafis, gambar kosong, frame putih bersih dan ledakan musik yang sangat keras.

4. The Longest Most Meaningless Movie in the World



Ironisnya, dan meskipun film ini berdurasi dua hari, “The Longest Most Meaningless Movie in the World” hanya dapat menjadi kandidat ketiga di daftar sepuluh film terpanjang dalam sejarah. Film yang benar-benar tidak ada artinya ini merupakan kompilasi yang tak ada habisnya dari iklan, berita, dan cuplikan berita saham tahun 70 an.

3. The Cure for Insomnia


Direktur John Henry Timmis IV benar-benar memiliki rasa humor. “The Cure for Insomnia,” salah satu dari tujuh film terpanjang dalam sejarah, berjalan “hanya” sekitar 87 jam, atau tiga hari dan lima belas jam, dan terdiri dari penyair yang membaca puisi sepanjang 4000 halaman, diselingi dengan adegan porno dan rock and roll. Benar-benar obat yang ampuh untuk penyakit sulit tidur.

2. Matrjoschka



Film Jerman ini benar-benar memberikan pengalaman mengerikan selama 95 menit, tunggu ada yang salah maksudnya adalah 95 jam!! Nah, jika Anda tidak ada kegiatan dalam empat hari film ini dapat menghibur Anda dengan gambar seorang anak naik sepeda dengan background rumah yang bergerak sangat perlahan dan gerakan tersebut sangat lambat sehungga tidak terlihat dengan mata manusia.

 1. CinĂ©maton




Ini adalah film terpanjang dalam sejarah. Berapa lama? Oh, hanya sekitar 150 jam. Dan butuh lebih dari 30 tahun untuk membuat film ini. Film Ini juga terdiri dari tiga bagian sketsa diam selama setengah menit. Apakah ada gunanya? Laporan surat kabar Guardian yang memberikan komentar “terlalu berlebihannya sebuah eksistensi dalam percakapan manusia”

[kaskus.us]

Sabtu, 10 Maret 2012

5 Film dengan Tema Pernikahan Terbaik



Selama ini film bertema pernikahan selalu dicap klise. Setiap karakter wanita di dalam film pernikahan digambarkan memiliki masalah emosi, suka mengomel, dan tidak merasa nyaman. Kemudian, jalan cerita selalu diakhiri dengan adegan salah satu karakter utama tergesa-gesa pergi ke bandara atau stasiun kereta api dan membuat pengakuan cinta di menit-menit akhir.

Meski demikian, tidak semua film bertema pernikahan terjebak dalam hal-hal tersebut. Beberapa di antaranya dikemas dengan bahasa yang cerdas, humoris dan memiliki inovasi. Seperti dikutip dari Associated Press, berikut adalah lima film pernikahan terbaik.

1. The Philadelphia Story (1940).

Film ‘The Philadelphia Story’ adalah  salah satu film komedi romantis klasik yang sangat terkenal hingga saat ini dan pernah menyabet dua Piala Oscar. Film yang disutradarai George Cukor dan ditulis oleh Philip Barry tersebut diperankan aktor dan aktris ternama Hollywood, seperti Cary Grant dan Katharine Hepburn.

Film ini menceritakan tentang seorang sosialita bernama Tracy Lord (Katharine Hepburn) yang akan menikah kembali. Namun, mantan suami Tracy, C.K. Dexter Haven (Cary Grant) tiba-tiba muncul tepat sebelum upacara pernikahan dan membuat seluruh rencana Tracy berantakan. Film ini dinilai memperlihatkan lebih dekat tentang kehidupan masyarakat kelas atas.

2. The Princess Bride (1987)

Film ‘The Princess Bride’ adalah film animasi dongeng dengan casting yang bagus, detail yang pandai, serta dibuat dengan energi dan hati yang luar biasa. Film ini juga dinilai sebagai salah satu film terbaik yang pernah disutradarai Rob Reiner.

Film ini dimulai saat sang kakek (Peter Falk) menceritakan sebuah dongeng sebelum tidur kepada cucunya (Fred Savage). Dongeng tersebut berkisah tentang seorang putri, perkelahian pedang, bajak laut, dan cinta sejati.

Singkat cerita, seorang wanita cantik, Buttercup (Robin Wright) akan menikahi Pangeran Humperdinck (Chris Sarandon). Namun, cinta sejati Buttercup hanya dipersembahkan kepada Westley (Cary Elwes), pria yang dikira telah meninggal.

3. Muriel’s Wedding (1994)

Film ‘Muriel’s Wedding’ dibintangi dua artis yang sama-sama baru mendapatkan peran besar di layar lebar, yakni Toni Collette dan Rachel Griffths.

Meski demikian, keduanya memperlihatkan chemistry yang bagus dalam film yang bercerita tentang persahabatan wanita dan pemujaan terhadap grup musik ABBA tersebut. Film ini menampilkan karakter utama bernama Muriel Heslop (Toni Collete).

Heslop adalah wanita bertubuh tinggi dan memiliki kepribadian yang aneh. Heslop yang selama ini tidak pernah merasakan kisah romantis bertekad keluar dari kesengsaraannya dan bermimpi bisa berjalan di altar suatu saat.

Namun, ada satu masalah. Heslop tidak pernah berkencan selama hidupnya. Singkat cerita, Heslop bertemu dengan sosok Rhonda yang berhasil mengeluarkannya dari kehidupan yang menyedihkan. Mereka pun akhirnya menjadi sahabat baik. Film yang disutradarai oleh P.J Hogan ini dinilai manis, lucu, menyayat hati, dan sangat jujur.

4. Corpse Bride (2005)

Film ‘Corpse Bride’ menggabungkan stop-motion animasi yang dikerjakan secara seksama dengan teknologi digital. Gabungan keduanya membuat setiap inci dari film arahan sutradara Tim Burton ini terlihat indah, aneh, tajam, dan dengan cerdas merefleksikan gaya humor sang sutradara yang gelap dan berbeda.

Film ini juga diisi oleh suara aktris dan aktor ternama, seperti Johnny Depp dan Helena Bonham Carter. Film ‘Corpse Bride’ bercerita tentang pemuda pemalu yang harus memilih di antara dua wanita.

Wanita pertama adalah yang dijodohkan sang orangtua. Sementara itu, wanita yang kedua adalah sesosok (mayat hidup) dari Land of the Dead yang tidak sengaja menjadi istrinya. Film ‘Corpse Bride’ didukung musik karya komposer Danny Elfman yang semakin menghidupkan film tersebut.

5. Wedding Crashers (2005)


Film ‘Wedding Crashers’ adalah film yang menggambarkan pernikahan dari perspektif pria. Film ini bercerita tentang dua pria datang merusak sebuah pesta pernikahan dan ikut menikmati makanan serta minuman gratis.

Sangat sulit untuk menolak chemistry antara dua pemeran utama film ini, yakni Vince Vaughn dan Owen Wilson. Keduanya membawa energi subversif (merusak) ke dalam film yang justru membuat film lebih terlihat improvisasi. Penampilan Vaughn dan Wilson juga didukung akting apik pemeran lainnya, seperti Rachel McAdams, Bradley Cooper, Christopher Walken, dan Isla Fisher.

Jumat, 09 Maret 2012

Titanic 3D rilis pada 2012


Setelah lama dikabarkan bahwa film Titanic 3D akan dibuat, kini film tersebut telah mengeluarkan tanggal perilisannya, yaitu tahun 2012. Film yang pernah meraih jumlah penonton terbanyak sepanjang masa ini akan dibuat dalam retouched version dengan dibintangi oleh Kate Winslet dan Leonardo DiCaprio. Rencananya film ini dipersembahkan untuk memperingati tenggelamnya kapal Titanic yang ke 100 tahun pada tanggal 6 April 2012 nanti. 
Sang sutradara, James Cameron mengatakan keyakinannya bahwa film ini akan memberikan tampilan yang berbeda dari film Titanic (1997) sebelumnya. “Ada satu generasi yang belum pernah melihat Titanic yang dimaksudkan, meski dalam layar lebar sekalipun. Dan ini akan menjadi Titanic yang tidak pernah Anda lihat sebelumnya, digital master dalam film ini akan dikonversi ke 3D,” jelas James Cameron dikutip Digital Spy (19/5).
Dengan kekuatan emosional yang utuh dan gambar yang lebih kuat dari sebelumnya, film ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa untuk para penggemar yang sudah lama  maupun yang baru,” tambahnya.
Film yang akan diproduksi oleh Paramount Pictures ini tidak hanya dipersembahkan untuk memperingati 100 tahun tenggelam kapal Titanic saja. Ternyata, rilisnya Titanic 3D pada 2012 nanti akan menjadi sebuah film yang ‘sangat khusus’, pasalnya film tersebut juga dipersembahkan untuk rumah produksi Paramount Pictures juga merayakan hari jadinya yang ke 100 tahun.
Titanic merupakan film yang pernah menjadi film terlaris sepanjang masa setelah akhirnya beberapa waktu lalu posisi tersebut dikalahkan oleh film Avatar (2009). Pada tahun 1998 film ini meraih 11 Piala Oscar, diantaranya adalah penghargaan Best Director dan Best Picture.
[http://andear.blogspot.com]

Sabtu, 03 Maret 2012

Film-Film Yang Membangkitkan Rasa Nasionalisme Penontonnya

9 Film yang membangkitkan Rasa Nasionalisme

Berikut Deretan Film Yang Membangkitkan Rasa Nasionalisme Penontonnya

1. Trilogi Merdeka
 

Trilogi Merdeka dapat dikatakan sebagai film yang paling tepat untuk ditonton saat perayaan Hari Kemerdekaan. Mengapa? Karena film ini benar-benar menyuguhkan kisah mengenai perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan.

Trilogi ini dimulai tahun 2009 dengan perilisan film pertama berjudul Merah Putih, disusul Darah Garuda di tahun 2010, dan terakhir Hati Merdeka di tahun 2011. Ini adalah film trilogi perjuangan pertama Indonesia yang berani menyajikan rentetan adegan peperangan yang epik.

Sepanjang pembuatannya sejak tahun 2008, film ini telah mengundang perhatian banyak pihak karena digarap oleh tangan-tangan profesional yang sejarah karirnya sudah mendunia. Film ini memiliki kekuatan di segi visual efek yang dikerjakan oleh orang-orang yang ahli di bidangnya yang pernah menggarap film-film box office Hollywood.

Film ini pada intinya berkisah mengenai perjuangan sekumpulan tentara Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mempertahankannya hingga titik darah penghabisan. Konflik di film ini tidak hanya berkisar peperangan semata, namun juga mengenai isu keberagaman suku dan budaya yang memang selalu ada di tengah masyarakat Indonesia yang heterogen. Film ini memiliki semua unsur yang dimiliki Indonesia sebagai negara kesatuan yang sarat dengan perbedaan. It's a must see movie!

Sutradara: Yadi Sugandi

Pemain: Darius Sinathrya, Lukman Sardi, Donny ALamsyah, Teuku Rifku Wikana, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin

Studio: Media Desa Indonesia dan Margate House

Tahun rilis: 2009, 2010, 2011

2. Nagabonar Jadi 2

Tidak ada yang lebih baik dari menyaksikan film ini saat merayakan detik-detik kemerdekaan Indonesia. Film terlaris tahun 2007 yang merupakan sekuel dari film terdahulunya, Nagabonar (1987) ini masih saja terasa fresh walaupun disaksikan berulang kali. Menyaksikan film ini tidak membutuhkan energi dan konsentrasi penuh karena pada dasarnya film ini dikemas dengan sederhana, dengan plot yang simpel dan segudang joke yang menyegarkan. Sang legenda, Nagabonar, kembali diperankan dengan sangat brilian oleh Deddy Mizwar, didampingi Tora Sudiro yang berperan sebagai Bonaga, anak laki-lakinya yang telah berubah menjadi pengusaha sukses di Jakarta.

Nagabonar tentu saja sudah tidak lagi berkutat dengan perjuangannya melawan tentara Jepang. Kali ini, ia berusaha melawan perubahan dan penyimpangan yang terjadi di tubuh Indonesia, di mana para pahlawan tidak lagi dihormati dan dihargai jasa-jasanya. Generasi muda Indonesia banyak melupakan dasar-dasar nasionalisme yang membuat mereka berhenti memperjuangkan kemerdekaan mereka-di kondisi dan dengan cara mereka sendiri.

Film ini dianggap sebagai film yang berhasil menyentil sisi sentimentil setiap orang yang menyaksikannya-khususnya mengenai nationality matter. Anda akan dibuat tertawa terbahak-bahak, menitikkan air mata, atau menggeram kesal saat mengikuti setiap adegan di film ini.

Sutradara: Deddy Mizwar

Pemain: Deddy Mizwar, Tora Sudiro, Sandra Dewi, Wulan Guritno, Lukman Sardi, Uli Herdinansyah, Darius Sinathrya, Michael Muliadro

Studio: Demi Gisela Citra Sinema

Tahun rilis: 2007

3. Denias: Senandung di Atas Awan

Film yang satu ini juga sedikit banyak akan mengilik sisi nasionalisme penontonnya. Berkisah mengenai perjuangan seorang anak di pedalaman Papua untuk mengejar pendidikan, film ini menjabarkan begitu banyak fakta mengenai keadaan pendidikan Indonesia di pulau paling timur Indonesia tersebut.

Bukan Alenia Pictures namanya jika tidak memberikan makna mendalam di tiap filmnya. Begitu juga pesan yang terkandung di dalam film ini. Walaupun dikemas untuk dinikmati keluarga, film ini sebenarnya berisi pesan penting yang ingin disampaikan kepada setiap orang yang menyaksikannya: ketidakmerataan pendidikan dan fakta bahwa belum semua anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak.

Film ini berhasil lulus seleksi penjurian untuk kategori Film Asing penghargaan Academy Awards ke-80 tahun 2008 lalu.

Sutradara: John De Rantau

Pemain: Mathias Muchus, Nia Zulkarnaen, Ari Sihasale, Macella Zalianty

Studio: Alenia Pictures

Tahun rilis: 2006

4. Batas

Film yang satu ini digarap tanpa main-main. Lihat saja deretan pemeran dan kru yang turut andil di dalamnya. Disutradarai Rudi Soedjarwo, film ini seakan semakin menunjukkan "taringnya" di bawah tangan dingin Slamet Rahardjo sebagai penulis naskah.

Film ini mengangkat kehidupan TKI Indonesia di perbatasan daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, Entikong. Di sana, tokoh Jaleswari (Marcella Zalianty), seorang guru yang meninggalkan kehidupannya yang nyaman di Jakarta untuk membereskan permasalahan pendidikan di Entikong, menemukan banyak fakta baru mengenai TKI Indonesia yang ternyata hidup dalam keterbatasan dan kemalangan. Belum lagi, kondisi pendidikan di daerah itu yang sangat memprihatinkan, membuat Jaleswari memutuskan untuk melakukan sesuatu demi (sebagian kecil) sesama saudaranya di negara tercinta Indonesia.

Satu lagi film berbobot yang patut Anda tonton!

Sutradara: Rudi Soedjarwo

Pemain: Marcella Zalianty, Arifin Putra, Ardina Rasti, Jajang C. Noer, Piet Pagau

Studio: Keana Production

Tahun rilis: 2011

5. Gie

Film ini merupakan salah satu film favorit saya. Membaca judulnya, sudah pasti semua orang bisa menebak jika film ini terinspirasi dari kisah hidup aktivis keturunan Tionghoa, Soe Hok Gie. Film ini mengisahkan kehidupan Gie mulai dari masa remaja, duduk di bangku kuliah, hingga perjuangannya melawan pemerintahan Presiden Soekarno yang saat itu berkaitan erat dengan PKI.

Sikap dan pemikiran Gie tertuang di buku hariannya yang kemudian diterbitkan dengan judul "Catatan Seorang Demonstan". Dari buku itulah, Riri Riza dan Mira Lesmana mengolahnya dalam wujud visual. Menyaksikan film ini seakan ikut merasakan perjuangan Gie dalam mengusahakan keadilan dan menyuarakan aspirasi rakyat, khususnya dari kalangan mahasiswa. Tidak ada yang lebih tepat daripada menyaksikan film ini di hari kemerdekaan Indonesia.

Sutradara: Riri Riza

Pemain: Nicholas Saputra, Wulan Guritno, Lukman Sardi, Sita Nursanti, Jonathan Mulia, Donny Alamsyah, Robby Tumewu

Studio: Mirles Pictures

Tahun rilis: 2005

6. King

Another great movie from Alenia Pictures! Kali ini, berkisah mengenai cita-cita seorang anak untuk dapat menjadi pebulutangkis nasional. Dalam segala keterbatasan dana yang dimiliki keluarganya, Guntur (Rangga Raditya), tidak pernah berhenti bermimpi untuk dapat menjadi atlet profesional yang akan membela negara tercintanya di dunia internasional, seperti pebulutangkis idolanya, Liem Swie King.

Film ini memang dibuat terinspirasi oleh prestasi yang ditorehkan Liem Swie King untuk Indonesia di masa-masa kejayaan buku tangkis Indonesia tahun 1980-an. Tidak hanya mengajak anak-anak Indonesia merajut mimpi, film ini juga menyodorkan pesan mulia mengenai rasa nasionalisme yang muncul di dada seorang anak yang hidup dengan sederhana. Bagaimana dengan Anda?

Sutradara: Ari Sihasale

Pemain: Rangga Raditya, Lucky Martin, Surya Saputra,  Ariyo Wahab, Wulan Guritno

Studio: Alenia Pictures

Tahun rilis: 2009

7. Tanah Air Beta

Ingatkah Anda dengan rumah produksi Alenia? Rumah produksi yang didirikan pasangan suami-istri Ari Sihasale dan Nia Zulkanaen ini menjadi angin segar untuk dunia perfilman Indonesia karena selalu menyajikan film-film keluarga yang berkualitas dan sarat amanat. Salah satunya adalah Tanah Air Beta yang mengangkat kehidupan keluarga yang terpisah akibat pelepasan Timor Timur dari Indonesia pada tahun 1998 silam.

Nilai nasionalisme di film ini sangat terasa saat salah satu tokoh utamanya, Tatiana (Alexandra Gottardo), memilih untuk mengungsi ke Kupang, NTT, bersama anak perempuannya, Merry (Griffit Patricia), karena tetap ingin menjadi bagian dari RI. Keputusannya itu harus dibayar cukup mahal karena harus berpisah dari anak laki-lakinya yang masih berada di Timor Timur.

8. Garuda di Dadaku

Film keluarga yang satu ini terasa begitu sarat dengan nilai nasionalisme saat si tokoh utama, Bayu (Emir Mahira), seorang anak yang baru berusia 11 tahun, memiliki keinginan kuat untuk menjadi seorang pemain sepak bola profesional dan bermain untuk membela negaranya di kancah internasional. Konflik di film ini memang tidak begitu kompleks dan plotnya pun sangat sederhana. Namun, itu semua tidak mengurangi makna mendalam yang ingin disampaikan sang sutradara, Ifa Isfansyah, mengenai nilai-nilai nasionalisme.

Jika Anda berpikir ini adalah film yang hanya cocok disaksikan anak-anak-karena pemeran utamanya adalah anak-anak dan plot yang disajikan terlalu sederhana dengan konflik klise yang menguji persahabatan, sebaiknya berpikir ulang. Pada dasarnya, semua film keluarga dapat disaksikan semua kalangan, tanpa terkecuali.

Rencananya, film ini akan dibuat sekuelnya dan produksinya sudah berlangsung sejak Juli lalu.

Sutradara: Ifa Isfansyah

Pemain: Emir Mahira, Aldo Tansani, Marsha Aruan, Ikranegara, Ari Sihasale, Maudy Koesnaedi

Studio: Sbo Films Dam Mizan Productions

Tahun rilis: 2009

Film ini terasa sangat spesial karena mengambil latar di Atambua, NTT. Tentunya, tidak banyak atau bahkan belum ada film yang mengangkat kehidupan masyarakat Atambua. Sebuah tayangan yang cukup menghibur dan juga sangat edukatif.

Sutradara: Ari Sihasale

Pemain: Alexandra Gottardo, Griffit Patricia, Lukman Sardi, Ari Sihasale

Studio: Alenia Pictures

Tahun rilis: 2010

9. Minggu Pagi di Victoria Park

Film ini mengangkat kisah mengenai nasib tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia di Hong Kong. Judul "Minggu Pagi di Victoria Park" merujuk ke tradisi para TKW Indonesia yang memang sering berkumpul di Victoria Park, sekadar berbagi cerita mengenai kehidupannya masing-masing. Tidak banyak atau bahkan baru kali ini ada film yang mengangkat kehidupan TKW Indonesia, yang pada kenyataannya sering mendapatkan perlakuan diskriminasi dari negaranya sendiri.

Menyaksikan film ini membuat saya merenungkan banyak hal, termasuk fakta bahwa para TKW tersebut berada dalam kondisi yang tidak memiliki pilihan lain kecuali menjalankan hidup mereka di negara orang: suka ataupun tidak suka. Melalui film ini, banyak hal yang bisa kita petik, salah satunya menumbuhkan rasa empati terhadap mereka dan berusaha menghargai perjuangan mereka untuk bertahan hidup. Yes, they belong to our country. Sudah seharusnya mereka dihargai sepatutnya, seperti yang tertulis di pintu kedatangan terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta: Selamat Datang Pahlawan Devisa.

Sutradara: Lola Amaria

Pemain: Lola Amaria, Titi Sjuman, Donny Alamsyah, Donny Damara,

Distributor: Pic[k]lock Production

Tahun rilis: 2010


Rabu, 22 Februari 2012

‘Hari Ini Pasti Menang’ Film Saat Timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia 2014


Tim Nasional Indonesia berhasil lolos Piala Dunia 2014? Ya, tentu saja memang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Walaupun jika melihat kondisi persepakbolaan di Indonesia saat ini yang carut-marut, hal itu sepertinya masih cukup sulit untuk terwujud.

Tetapi tentu saja bangsa ini tetap harus optimis lolosnya Timnas di Ajang terbesar dalam olahraga Sepakbola yang akan digelar 2 tahun lagi tersebut, akan benar terealisasi.

Optimisme itulah yang coba dihadirkan oleh sineas Indonesia Andibachtiar Yusuf dalam film terbarunya yang diberi judul Hari Ini Pasti Menang.


Hari Ini Pasti Menang (Gabriel Omar 8 ) mengisahkan tentang Tim Nasional Indonesia pada tahun 2014. Gabriel Omar Baskoro adalah penyerang klub Jakarta Metropolitan dan Tim Nasional Indonesia. Bersamanya, Indonesia berhasil lolos untuk pertama kalinya keputaran final Piala Dunia di Brasil dan lolos sampai ke babak perempat final sekaligus meraih torehan gelar pribadi sebagai Pencetak Gol Terbanyak sepanjang turnamen tersebut.

Film ini disutradarai oleh Andibachtiar Yusuf yang memang sudah sangat piawai menggarap film bertemakan sepakbola.

Ia sudah pernah membuat film-film sepakbola seperti The jak, The Conductor, Hope, dan Romeo Juliet (kisah cinta terlarang antara suporter Persija dan Persib).

Filmnya dibintangi oleh Tika Putri, Mathias Muchus, Deddy mahendra Desta, Ramon Y Tungka, Ray Sahetapy, Verdi Solaiman, Henky Solaiman, Ibnu Jamil, dan Aktor pendatang baru Zendhy Zainsebagai Gabriel Omar Baskoro.

Film ini akan memulai proses syutingnya pada bulan depan. Hari ini Pasti Menang akan tayang dibioksop pada bulan Desember 2012.

Sidomi tampilkan teaser trailernya berikut :